ForSains

Mungkinkah Firaun Akhenaten Itu Nabi Musa?

firaun

Disusun bersama oleh :
– Nurseto Ardiputranto &
– Himawan Santoso.

Ada 10 kemiripan antara kisah Musa dalam kitab suci dengan kisah Firaun Akhenaten hasil rekonstruksi sejarah.

• Sebuah narasi historis.
• Bukan narasi teologis.

Sosok Akhenaten ditemukan Arkeolog di situs Tell El-amarna, pada pertengahan abad ke-19. Pada awal abad ke-20 situs kota Amarna telah banyak digali arkeolog.

Akhenaten (1.372~1.336 SM) adalah putra Amenhotep III. Saat naik takhta pada 1.388 SM, Amenhotep III menikahi saudara perempuannya, Sitamun, yang baru berusia 3 tahun (sesuai adat Mesir). Namun, 2 Tahun berikutnya, Amenhotep lll memutuskan untuk menikahi Tiye, gadis yang dicintainya.

Tiye adalah putri Yuya (salah satu menterinya). Ibu Yuya seorang bangsa Yahudi. Sebagai hadiah pernikahan, Amenhotep lll menghadiahi Tiye sebuah benteng perbatasan Zarw (istana musim panas), di Sinai utara (pusat kota Goshen, atau Gosyen). Menurut adat Mesir raja bisa menikahi banyak wanita, namun anak permaisuri lah yang akan meneruskan takhta. Sedangkan permaisuri haruslah saudara perempuannya (incest).

map of egypt firaun

Akhenaten terlahir dengan nama Amenhotep IV pada 1.372 SM, di istana musim panas Zarw, Gosyen, tempat pemukiman bangsa Yahudi.

Ibu Amenhotep IV, Ratu Tiye, memiliki seorang putra sulung, Tuthmosis, yang meninggal beberapa saat sebelum Amenhotep IV lahir. Tuthmosis yang tinggal di istana Memphis telah diculik dan dibunuh oleh para Pendeta Amun. Alasan para pendeta membunuh Tuthmosis karena Tiye adalah keturunan bangsa Yahudi, jadi bukan pewaris takhta yang sah. Maka dari itu, Tiye tidak diterima sebagai permaisuri dewa negara Amun. Andai putra Tiye naik takhta, ini bisa dianggap membentuk dinasti baru raja² non-Amun di Mesir.

Khawatir akan keselamatan Amenhotep IV, Tiye mengirim anaknya melalui air ke tempat persembunyian keluarga Yahudi (ayahnya), di luar tembok Zarw.

Saat masih anak², ibunya menjauhkan Amenhotep IV dari kedua istana (Memphis dan Thebes). Amenhotep IV menghabiskan masa kecilnya di kota Zarw dan diasuh oleh istri Jenderal Aye (adik Tiye). Kemudian, Amenhotep IV dipindahkan ke Heliopolis, utara Kairo, untuk pendidikan, di bawah pengawasan Anen imam Ra (kakak Ratu Tiye).

Amenhotep IV muda muncul di ibu kota Thebes pada usia 16 tahun. Di sana ia bertemu dengan Nefertiti, putri tiri Sitamun. Untuk pertama kalinya Amenhotep IV jatuh cinta padanya. Tiye, ibunya, mendorong hubungan ini karena menyadari bahwa pernikahannya dengan Nefertiti (pewaris), adalah satu² nya cara agar bisa mendapatkan hak takhta.

Setelah pernikahan Amenhotep IV dengan Nerfertiti, Amenhotep lll memutuskan untuk menjadikan Amenhotep IV sebagai raja bersama.

Keputusan pengangkatan Amenhotep IV membuat marah para pendeta Amun. Konflik antara Amenhotep lll dan para pendeta Amun sebetulnya telah dimulai sejak 16 tahun sebelumnya, sebagai akibat dari perkawinan Amenhotep III dengan Tiye yang keturunan bangsa Yahudi.

Ketika para pendeta Amun keberatan dengan pengangkatannya, Amenhotep IV menanggapinya dengan membangun kuil untuk Tuhan barunya, Aten. Dia membangun 3 kuil untuk Aten. Satu di bagian belakang kompleks Karnak dan 2 lainnya di Luxor dan Memphis.

Amenhotep IV melecehkan para pendeta Amun dengan tidak mengundang mereka ke salah satu perayaan di awal² pemerintahannya. Pada tahun ke 4, ketika merayakan Sed Festival Jubilee, Amenhotep IV melarang kehadiran semua dewa kecuali dewa Aten.

12 bulan kemudian, Amenhotep IV membuat terobosan lagi dengan mengubah namanya menjadi Akhenaten, untuk menghormati Aten, dewa barunya Yang Maha Esa.

Di mata para pendeta Mesir, dewa Aten dipandang sebagai penantang yang akan menggantikan dewa Negara Amun.

Situasi menjadi tenang, setelah Akhenaten pergi membangun kota barunya di Amarna. Di Amarna, Akhenaten dan para pengikutnya bisa bebas menyembah Aten, dewa tunggal mereka. Akhenaten meyakini kecerdasan Dewa Penguasa Tunggal ini di atas semua makhluk termasuk para dewa lama.

Setelah kematian ayahnya (Amenhotep III), Akhenaten memutuskan untuk menghapuskan pemujaan semua dewa² lama di Mesir, kecuali dewa Aten (Tuhan Yang Maha Esa) dengan :

• Mengenakan pajak dan bertahap menutup kuil para dewa lama.
• Menghancurkan semua patung² dan gambar² dewa lama.
• Menyita kekayaannya.
• Memecat para pendeta Amun.
• Menghilangkan nama² dewa lama dari prasasti dimana saja.
• Tidak ada Sinkretisme (dewa Akhenaten tidak menyerap ajaran lama)
• Kultus, ritual dan mitologi lama diharamkan.
• Kultus² dewa lama direduksi menjadi satu tindakan sederhana : “persembahan di atas altar untuk dewa baru”.
• Tidak ada simbolisme dalam seni atau kultus untuk dewa baru.
• Tidak ada mitologi yang dirancang untuk dewa barunya.
• Kota² di mana dewa² lama disembah, ditinggalkan oleh pemerintah.

Loyalitas tentara kepada Akhenaten dijamin oleh Aye (saudara laki² Tiye) yang memegang jabatan tertinggi di infanteri dan kereta.

Namun tindakan² Akhenaten menimbulkan kebencian bagi sebagian besar orang Mesir, termasuk para perwira dan prajurit yang telah dibesarkan dalam keyakinan lama. Hal ini beresiko munculnya pembelotan besar² an.

Benar saja. Konflik muncul antara raja dan pasukannya. Keyakinan Akhenaten pada Tuhan Yang Maha Esa, terlalu sulit untuk dikompromikan dengan para penganut agama-lama nya.

Horemheb, Pa-Ramses dan Seti, merencanakan kudeta militer terhadap Akhenaten. Mereka memerintahkan pasukan dari utara dan selatan untuk bergerak menuju Amarna.

Aye, yang menerima berita pergerakan pasukan, membawa keretanya untuk menjaga Amarna. Ketika tentara dan kereta berhadapan di perbatasan Amarna, Aye menyarankan Akhenaten untuk menyerahkan tahta kepada putranya Tutankhaten (yang lelak berganti menjadi Tutankhamun), untuk menyelamatkan dinastinya.

Akhenaten setuju untuk turun takhta dan meninggalkan Amarna bersama Pa-Nehesy (imam besar Aten), dan beberapa pengikutnya untuk tinggal di pengasingan di daerah Sarabit El-Khadem di Sinai selatan.
—–

Berikut ini adalah butir² kemiripan antara Musa dengan Akhenaten :

1. Musa & Akhenaten lahir di lokasi yang sama : Gosyen.

2. Bayi Musa & bayi Akhenaten sama² terancam jiwanya karena keturunan bangsa Yahudi.

3. Musa & Akhenaten sama² menjadi raja. Talmud, teks hukum Yahudi, menunjukkan bahwa Musa adalah seorang raja di negeri yang disebut Ethiopia.

4. Akhenaten, menyatakan bahwa umatnya hanya boleh menyembah Satu Tuhan. Sama dengan ajaran Musa.

5. Di lokasi sisa² kota Amarna, ditemukan makam kepala juru tulis Akhenaten. Di dalam makam ditemukan hieroglif yang menunjukkan firaun memegang Cartouches atau tablet batu di atas kepalanya. Cartouches atau tablet yang dipegang Akhenaten mengatakan bahwa itu adalah Firman Tuhan Aten. Gambar itu identik dengan penggambaran Musa yang memegang loh batu.

musa - ten commandments

6. Akhenaten membangun ibukota baru di Amarna untuk menghindari perselisihan dengan sebagian rakyatnya karena beda keyakinan. Jadi Akhenaten melarikan diri ke utara, seperti yang dilakukan oleh Musa.

7. Di akhir kekuasaannya, Akhenaten diusir ke tempat pengasingan bersama para pengikutnya, pemuja Tuhan Yang Maha Esa.

8. Akhenaten mungkin juga menyeberangi perairan.

9. Tentang Musa yang membelah laut, itu adalah fenomena cuaca yang disebut Wind Setdown. Hembusan angin kencang mampu menghancurkan badan air yang menunjukkan dasar sungai atau danau. Penjelasan fenomena ini mengacu pada contoh sejarah angin bertiup memisahkan sebuah danau di Mesir pada tahun 1880-an.
– Terjemahan Alkitab asli untuk Laut Merah = Yam Suph (lautan alang²).
Ini menunjukkan bahwa itu adalah Sungai Nil.
– Sungai Nil sejak dulu memang dipenuhi dengan alang². Di beberapa lokasi sungai Nil sangat dangkal.
– Seorang tukang perahu yang sudah 15 tahun mondar mandir di sungai Nil sering melihat angin membelah bagian sungai.
– Tukang perahu juga menjelaskan lokasi titik² sungai Nil yang harus dikeruk secara teratur karena dangkal.

10. Di pinggiran kota ada balok² batu raksasa yang menunjukkan batas² Amarna. Hieroglif di balok itu mengatakan bahwa kota Amarna adalah Tanah Perjanjian Akhenaten.
—–
Tafsir bahwa Musa adalah alegori dari Akhenaten, yang menginspirasi para pendeta Yahudi, diajukan oleh penulis Mesir Ahmed Osman pada 2003.

Alegori adalah narasi atau representasi visual di mana karakter, tempat, atau peristiwanya dapat ditafsirkan untuk mewakili makna tersembunyi guna tujuan pengajaran moral atau politik.

Tafsir yang mirip pernah juga diajukan oleh Sigmund Freud pada 1939 dalam buku “Moses and Monotheism”.
Bedanya, menurut Freud, Musa adalah salah seorang pendeta pengikut Akhenaten. Tulisan Freud banyak ditentang karena Freud adalah seorang Neurologist dan bukan sejarawan.
—–
Renungan :
Dari beberapa kemiripan kejadian di atas, bisakah disimpulkan bahwa :

Firaun Akhenaten adalah Musa itu sendiri ?”

Jakarta, Selasa Pahing, 16.05.23.

꧋ꦤꦸꦂꦱꦺꦠꦲꦂꦢꦶꦥꦸꦠꦿꦤ꧀ꦠꦺꦴ꧉
(Nurseto Ardiputranto)
—–

Ref no.1 :
https://grahamhancock.com/moses-akhenaten-same-person-osman/

Ref no.2 :
https://medium.com/discourse/could-moses-have-been-the-pharaoh-akhenaten-ff650eec590a

Ref no.3 :
https://beardyhistory-com.cdn.ampproject.org/v/s/beardyhistory.com/2020/03/27/pharaoh-akhenaten-moses/amp/?amp_gsa=1&amp_js_v=a9&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#amp_ct=1654346198152&amp_tf=Dari%20%251%24s&aoh=16543442649840&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&ampshare=https%3A%2F%2Fbeardyhistory.com%2F2020%2F03%2F27%2Fpharaoh-akhenaten-moses%2F

Ref no.4 :
https://www.arce.org/resource/akhenaten-nefertiti-aten-many-gods-one

Ref no.5 :
https://www.arce.org/resource/akhenaten-mysteries-religious-revolution

Ref no.6 :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Akhenaten

Ref no.7 :
https://www.biblicalarchaeology.org/daily/ancient-cultures/ancient-near-eastern-world/akhenaten-and-moses/

Ref no.8 :
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Moses_and_Monotheism

Ref no.9 :
https://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=130112925

10. YouTube Zoom webinar mas Luthfi Assyaukanie :
https://youtu.be/tk_OnOnr8wg

Ref no.11 :
https://youtu.be/x2EBPRMa-j8

Ref no.12 :
https://stephenbcugley.wixsite.com/stephencugley/single-post/2016/06/06/akhenaten-the-high-initiate-fighting-against-egypt-corrupted-as-a-military-empire

Nurseto Ardiputranto

1 comment

Ukuran Huruf