ForSains

Mobil Listrik dan Masa Depan Dunia

mobil listrik
(blog.purestorage.com)
Carl Benz mungkin orang pertama yang berhasil menggabungkan kereta tanpa kuda dengan mesin pembakaran. Namun, percobaan awal dengan baterai sudah ada sebelumnya. Sejak tahun 1830-an, Robert Anderson, orang Skotlandia, mengembangkan mobil listrik sederhana, tapi gagal. Bahkan setelah industri mobil benar-benar berkembang pada 1890-an, ketika perusahaan-perusahaan Prancis dan Amerika bergabung, listrik masih mendominasi.

Di Amerika pada tahun 1900, jumlah kendaraan listrik di jalan hampir dua kali lipat daripada yang bertenaga bensin. Kemudian, Ford Model T, yang diproduksi massal dengan harga murah, industri minyak yang semakin berkembang, dan ketersediaan bensin yang lebih luas, menentukan nasib kekuatan baterai.

Meskipun beberapa kali mencoba bangkit, misalnya General Motors dengan model EV1 pada 1996, baru pada 2003 revolusi mobil listrik mulai berlangsung serius, dengan hadirnya Tesla. Ini mempercepat upaya dekarbonisasi transportasi jalan raya, mendorong kendaraan listrik dan plug-in hybrid dari 0,2% dari penjualan mobil menjadi 13% pada 2022. Artinya terjadi lonjakan 65 kali lipat, hanya dalam 10 tahun.

Lonjakan ini diprediksi akan terus berlanjut. Menurut Bloomberg NEF, sebuah perusahaan data, pada 2025 kendaraan listrik akan menyumbang hampir seperempat penjualan (di Eropa dan China angkanya mendekati 40%).

Bahkan perkiraan yang lebih konservatif mengatakan bahwa pada 2040 sekitar tiga perempat penjualan mobil baru di seluruh dunia akan sepenuhnya listrik, sebab baterai yang lebih baik membuat plug-in hybrid bahkan tidak diperlukan lagi.

Regulasi emisi yang ketat telah banyak mempromosikan kendaraan listrik. Rancangan undang-undang yang disetujui oleh Uni Eropa pada Februari lalu mungkin akan melarang total peredaran mobil bertenaga mesin pembakaran pada 2035 (meskipun Jerman mendapatkan pengecualian untuk mobil yang menggunakan bahan bakar sintetis berkarbon netral).

Pemerintah dan kota-kota sedang memperketat aturan tentang emisi karbon dan polutan lainnya yang mempengaruhi kualitas udara lokal. China menuntut, 20% dari mobil harus menjadi kendaraan listrik pada 2025. Lalu pada 2035 semua mobil harus bertenaga listrik.

Bahkan di Amerika, surga mobil bensin, Presiden Joe Biden mengumumkan pada 12 April proposal untuk membatasi ketat emisi kendaraan. Ini mengharuskan dua pertiga dari penjualan mobil menggunakan baterai pada  2032 — meski ini bagian yang paling sulit. Presiden Biden mendukung hal ini dengan memberikan subsidi besar untuk industri mobil listrik domestik.

Undang-Undang Pengurangan Inflasi 2022, sebuah paket energi bersih yang luas, menyubsidi penjualan mobil listrik buatan Amerika dengan baterai buatan dalam negeri dari bahan mentah yang dipasok di dalam negeri atau dari negara sekutu.

(res.heraldm.com)

Produsen mobil, menurut Reuters, dengan senang hati berinvestasi dalam jumlah besar: sekitar USD 1,2 triliun pada 2030. General Motors mengatakan akan sepenuhnya beralih ke mobil listrik pada 2035, dan Ford ingin cabang Eropa-nya melakukan hal yang sama pada 2030. Tujuan perusahaan Stellantis, yang terbentuk dari penggabungan pada 2021 antara Fiat Chrysler dan PSA Group, pemilik Citroën dan Peugeot, adalah agar semua mobil baru di Eropa dan setengah produksinya di Amerika menjadi mobil listrik pada 2030.

Volkswagen mengatakan mereknya akan sepenuhnya beralih ke mobil listrik pada tahun 2033 di Eropa. Dan  Audi, mobil mewah yang juga milik Volkswagen, akan sepenuhnya beralih ke mobil listrik di seluruh dunia pada tahun yang sama.

*****

Hambatan terbesar dalam membeli mobil listrik — harga tinggi dan jarak tempuh rendah — perlahan-lahan teratasi. Pengetatan penyempitan pasokan bahan mentah, seperti lithium dan nikel, menyebabkan harga baterai, yang masih sekitar 40-50% dari biaya mobil listrik baru, sedikit naik pada 2022.

Tetapi skala dan teknologi baru telah menurunkan harga sebanyak 90% sejak 2008. Baterai yang lebih baik berarti jarak tempuh yang lebih jauh, yang sebagian meredakan kekhawatiran tentang peluncuran infrastruktur pengisian daya publik yang lambat. Subsidi yang murah hati dan pilihan model baru yang semakin banyak berarti bahwa Tesla dan beberapa mobil “kepatuhan” yang tidak menarik tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan.

Biaya total kepemilikan mobil listrik, termasuk biaya operasional, perbaikan, dan bahan bakar, sudah hampir setara dengan beberapa mobil berbahan bakar fosil. Pada akhir dekade ini, harga jual mobil listrik akan sama dengan mobil berbahan bakar fosil — dan mereka akan lebih murah untuk dijalankan.

 

Sumber

https://www.economist.com/special-report/2023/04/14/an-electric-shock

Hamid Basyaib

1 comment

  • Do you mind if I quote a couple of your posts as long as I provide credit and sources back to your blog?
    My blog site is in the exact same niche as yours and my visitors
    would certainly benefit from a lot of the information you provide
    here. Please let me know if this okay with you.

    Regards!

Ukuran Huruf